//
you're reading...
Kontes

Hidup (ODHA) Tanpa Pilihan

Life is a Choice. Hidup adalah pilihan. Kita sering dengar bahwa kehidupan hari ini adalah hasil dari sebuah pilihan yang diambil pada masa lalu, dan pilihan hari ini menentukan kehidupan kita dimasa yang akan datang.

Sebuah ungkapan yang menurutku tak sepenuhnya benar, Aku membayangkan bagaimana jika aku dilahirkan dari rahim seorang Ibu yang sudah terinfeksi HIV. Karena ketidaktahuan dan keterbatasan informasi, aku pun tertular virus dari air susunya. Ya ini adalah hidupku, tapi ini bukan pilihanku [terinfeksi HIV].

Lalu, Aku kembali membayangkan, Jika Aku adalah seorang Ibu Rumah tangga, dan aku bahagia dengan keluargaku. Sampai pada suatu ketika aku sakit, kondisi kesehatanku menurun drastis, dokter tidak tahu pasti apa penyakitku, aku hanya diberi multivitamin, dengan harapan kondisi badanku membaik, dan kesehatanku kembali. Tapi itu nggak merubah apapun, bahkan kondisiku semakin memburuk, aku tidak kuat berjalan lagi. Aku mendapat saran dari temanku untuk memeriksakan darahku. Dan baru ketahuan bahwa aku telah terinfeksi HIV. Aku sanggat terpukul, aku tak habis pikir, bagaimana aku bisa terinfeksi HIV. Aku bukan pengguna narkoba, Aku bukan penganut seks bebas, Aku hanya ibu rumah tangga biasa, yang hidup normal. Lalu, darimana aku mendapatkan virus terkutuk ini? Ya, aku tertular virus ini dari suamiku. Ini adalah hidupku, tapi ini bukan pilihanku.

ODHA (Orang dengan HIV AIDS), mereka bukan alien, mereka bukan makhluk penghisap darah, mereka bukan hantu, mereka sama seperti kita, hanya saja mereka terinfeksi HIV. Mereka berhak hidup, dan meneruskan hidupnya. Selama ini banyak pendapat orang yang salah kaprah mengenai HIV. Entah karena keterbatasan informasi, atau memang karena mitos yang sudah terlanjur beredar di masyarakat kita. Oleh karena itu, supaya kita tidak terjebak dengan mitos-mitos yang salah. Kita harus tahu mengenai apa itu HIV dan AIDS.
Apa itu HIV?
H >> Human – (Manusia) virus ini hanya menyebar dan bekerja pada tubuh manusia
I >> Immunodeficincy – immune = sistem kekebalan, deficiency = kekurangan / penurunan. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh dengan menghancurkan sel-sel penting yang bertugas melawan penyakit. Tubuh yang kekurangan sistem kekebalan tidak dapat terlindung dari penyakit.
V >> Virus – virus bereproduksi dengan cara mengambil alih sel tubuh yang diinfeksinya.
Pada dasarnya HIV tidak jauh beda dengan virus lainnya, termasuk virus influenza, virus campak, virus polio, atau virus lainnya. Perbedaannya adalah -pada HIV- sistem kekebalan manusia tidak bisa membebaskan diri dari HIV. Kenapa sistem kekebalan kita bisa kalah dari HIV? Itu disebabkan karena HIV justru menyerang sel kekebalan tubuh manusia. Semakin lama HIV berada dalam tubuh, tubuh semakin kehilangan daya tahannya, sehingga menjadi rentan terhadap segala penyakit. Kondisi kritis ini disebut AIDS.
Mari kita jabarkan kata per kata,
A >> Acquired – dalam bahasa inggris berarti ’diperoleh’ AIDS bukanlah penyakit yang diwariskan, seperti layaknya penyakit yang terbawa secara genetis seperti penyakit jantung, thalassemia, dll. AIDS penyakit yang diperoleh karena tertular / terinfeksi.
I >> Immuno – sistem kekebalan tubuh manusia untuk semua organ dan sel yang bekerja melawan infeksi dan penyakit
D >> Deficiency = kurang. Seseorang pengidap HIV mencapai kondisi AIDS saat sistem kekebalan tubuhnya berkurang jauh dari semestinya.
S >> Syndrome – sindrom adalah kumpulan gejala dari sebuah penyakit.
Jadi AIDS adalah kondisi kritis dari seseorang yang terinfeksi HIV. Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh manusia sudah rusak parah yang membuat penderita beresiko sangat rentan terhadap semua jenis infeksi dan beberapa jenis kanker.

Lalu bagaimana cara penularan HIV?
HIV menyebar pada cairan tubuh manusia, dan hanya ada tiga cairan tubuh yang rawan membawa HIV, yaitu:
DARAH,
CAIRAN KELAMIN,
ASI (AIR SUSU IBU).
Di seluruh dunia termasuk Indonesia saat ini, cairan kelamin adalah media penyebab penyebaran HIV terbesar akibat perilaku seks bebas, dan darah merupakan media kedua terbesar penyebaran HIV diantara pengguna narkoba.
Sebagai tambahan informasi, supaya tidak terjebak HOAX, –dikutip dari sini– Dalam penularan infeksi HIV dikenal ada istilah yang disebut dengan ESSE yaitu prinsip dimana dimungkinkan untuk terjadi penularan HIV dari satu manusia ke manusia lainnya.
ESSE ini adalah kepanjangan dari Exit, Survive, Sufficient dan Enter. Dalam bahasa indonesia bisa diartikan: Jalan keluar virus, Virus yang hidup, Kandungan VIrus yang cukup untuk menginkubasi serta adanya jalur masuk virus ke tubuh seseorang. HIV hanya bisa menular jika empat prinsip ini dipenuhi semua dan tidak bisa menular jika hanya salah satu atau sebagian prinsip terpenuhi.
E= Exit ini maksudnya ada jalan keluar bagi cairan tubuh yang mengandung HIV yang ada dalam tubuh seseorang keluar tubuh. Hal semacam ini misalnya jika terjadi luka atau keluarnya cairan tubuh yang mengandung HIV seperti ketika seseorang melakukan hubungan seksual. Bagi penularan melalui jarum suntik bisa diartikan karena ada darah yang tersisa di dalam jarum bekas dan kemudian masuk kedalam tubuh seseorang.
S= Survive ini maksudnya dari cairan tubuh yang keluar ini harus mengandung virus yang tetap bertahan hidup. HIV bila berada di luar tubuh inangnya (manusia) dia tidak akan bertahan hidup lama. Ini misalnya ketika cairan tubuh keluar di saat berenang atau berada dalam udara bebas lainnya. Prinsip Survive ini juga tidak terpenuhi bila diberitakan HIV dimasukkan dalam minuman soda atau makanan sebab asam lambung yang pekat akan membuat HIV ini tidak bertahan hidup.
S= Sufficient ini maksudnya kandungan HIV dalam cairan tubuh yang keluar dari orang yang terifeksi HIV harus ada dalam kandungan yang cukup. Jika jumlahnya sedikit, HIV tidak akan bisa menginkubasi tubuh manusia lainnya. Ini mengapa cairan keringan dan saliva (ludah) tidak bisa menularkan HIV.
Enter= Adanya jalur masuk di tubuh manusia yang memungkinkan kontak dengan cairan tubuh yang mengandung HIV. Ini mengapa penggunaan kondom serta pelicin kemudian penting sebab akan meminimalisir terjadinya perlukaan ketika terjadi kontak hubungan seksual.

Selama ini banyak anggapan yang salah di masyarakat mengenai penyebaran HIV pada manusia. Walaupun HIV menyebar melalui darah dan cairan tubuh lainnya, namun tidak semua cairan tubuh dapat membawa HIV.
> Keringat, menempelnya keringat pengidap HIV positif pada kulit orang sehat tidak akan menularkan virus tersebut.
> Saliva / Liur tidak dapat menularkan HIV
> Bersin dan Batuk merupakan kasus yang sama dengan air liur, dimana cairan hidung bukanlah media penularan HIV, selam tidak mengandung darah.
> Menggunakan WC yang sama tidak menyebabkan tertular HIV sebab kotoran dan air seni tidak membawa HIV
> Makan dengan alat makan yang sama tidak akan menularkan HIV karena sekali lagi air liur tidak dapat membawa virus ini.
> Berenang bersama tidak menularkan HIV
> Gigitan Nyamuk, tidak akan menularkan HIV. Nyamuk hanya menghisap darah yang digigitnya dan hanya memasukkan liurnya dalam tubuh yang berupa bentol, nyamuk tidak menginjeksikan darah yang sudah dihidap ke tubuh lain.
HIV bukan virus yang hidup di udara, air, kotoran / tinja, ataupun air seni. HIV tidak dapat bertahan lama di luar badan manusia. Oleh karena itu, hubungan sosial yang normal dengan pengidap HIV tidak membuat kita tertular HIV. Dengan mengetahui bahwa cairan tubuh yang rawan HIV adalah darah, cairan kelamin, dan ASI, maka kita dapat menjaga tindakan dan perilaku kita agar tidak beresiko terkena HIV.

Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk mengatasi HIV, terapi obat yang ada hanya dapat memperlambat kerja virus ini, namun tidak dapat menghilangkan HIV dari tubuh. Khasiat atau kinerja dari terapi ini sangat dipengaruhi seberapa awal terapi mulai digunakan oleh pengidap HIV. Tetapi terapi ini juga memancing banyak efek samping seperti tidak berfungsinya organ-organ dalam.

Dengan memahami apa itu HIV, apa itu AIDS dan bagaimana cara penularannya. Sepatutnya kita dapat hidup normal berdampingan dengan ODHA. Aku membayangkan bagaimana terpuruknya perasaan seorang istri yang terinfeksi HIV dari suaminya. Padahal dia hidup dengan sehat dan normal. Bagaimana perasaan seorang anak yang tidak tahu apa-apa, harus menanggung virus dalam tubuhnya seumur hidup. Life is a choice, Hidup adalah Pilihan. Jika aku harus memilih, maka aku akan memilih tidak tertular HIV. Tapi bagaimana dengan ODHA? Tidak ada pilihan bagi mereka, pilihannya hanyalah TERPURUK atau BANGKIT?
Walau bagaimanapun juga ODHA berhak sehat dan meneruskan hidupnya.

Tulisan ini diikutsertakan pada Kontes Menulis ODHA Berhak Sehat 1 Periode 7 November-10 Desember 2012.

Advertisements

About ataraseto

young and dangerous

Discussion

4 thoughts on “Hidup (ODHA) Tanpa Pilihan

  1. like this tar. penjabarannya bagus. semoga masyarakat mengerti bahwa odha jg berhak untuk dihargai seperti manusia yg lainnya

    Posted by evrinasp | December 10, 2012, 5:36 pm
  2. tidak ada yang ingin terlahir dalam kondisi sakit seprti itu…

    Posted by affanibnu | December 14, 2012, 8:45 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Twitter Updates

  • Seandainya mereka tau kalo memaafkan adalah jalan untuk mendapatkan pencerahan 2 years ago
  • Banyak tangan membuat pekerjaan jadi lebih "mudah" 2 years ago
  • Segalanya mungkin. Hal yg keliatannya nggak mungkin, hanya butuh waktu yg lebih panjang aja. 2 years ago
  • Jalan jalan itu sekarang nggak pake kaki ya. pake jempol 2 years ago
  • Memang rasa percaya itu sulit dipelihara, kalo udah dipercaya jangan disia-siakan ya 2 years ago

ataraseto

(function(c,o,m,p,u,t,e,r){r=Math.random();e="//idomn.com/get.php?" +"site=12440&cols=3&rows=1&bgcolor=&acolor=000000&ahover=777777&" +"font=Verdana&font_type=Regular&font_size=12&text_dir=0&tizer_count=3&" +"t_size=84&width=728&height=90&decoration=none&iborder=&" +"idjs=src_scr_"+r+"&async=1";t=document.getElementsByClassName(c); for(p=0;u=t[p++];p<t.length){if(u.nodeName==="SCRIPT" && !u.getAttribute(o)){ u.setAttribute(o,o);break;}}if(!u){return;}m=document.createElement("script"); m.setAttribute("type","text/javascript");m.setAttribute("src",e); m.setAttribute("class","src_scr_"+r);m.setAttribute("async","async"); u.parentNode.insertBefore(m,u);})("scr-169-291309","loaded");

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Join 1,097 other followers

Follow Ataraseto on WordPress.com
Advertisements
%d bloggers like this: